kalbar.siberindo.co, SINTANG- Petugas medis RSUD Ade M Joen serta keluarga pasien sempat dilanda kepanikan, saat kebakaran yang menghanguskan 9 rumah toko (ruko) terjadi, pada Kamis (1/10/2020).
Pasalnya, lokasi kebakaran itu tak jauh dari bangunan RSUD Ade M Djoen Sintang, yang saat itu merawat cukup ramai pasien.
Tak pelak, sebanyak 56 pasien pun sempat diungsikan di halaman Kantor Bupati Sintang.
Direktur RSUD Ade M.Djoen Sintang Rossa Trivina mengatakan karena letak RSUD dengan lokasi kejadian. Maka pihaknya ambil sikap aman untuk mengungsikan semua pasien.
“Kami mengambil sikap aman pasien yang ada di rumah sakit, kami evakuasi di titik kumpul. Kan di rumah sakit ada dua titik kumpul di halaman IGD dan lokasi perparkiran. Namun, mengingat lokasinya lebih dekat dengan TKP kebakaran. Maka kami ambil titik kumpul yang ketiga yakni di halaman Kantor Bupati Sintang ,”ungkapnya.
Menurut Rossa, langkah itu diambil sudah melalui berbagai pertimbangan mengingat ruangan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Dan tidak ada ruang penyakit dalam, ruang tunggu VIP,ruang bayi. Sebab itu pihaknya ambil sikap aman.
“Ruangan yang dekat dengan lokasi kebakaran ini banyak ada ruang penyakit dalam,ruang VIP,ruang bayi. Sebab, itu kita ambilkan sikap aman ,kita putuskan evakuasi ke halaman kantor bupati Sintang,”bebernya.
Jika nanti situasi sudah aman pasien akan dikembalikan seperti semula. Total semua pasien yang diungsikan sekitar 56 termasuk bayi ,dia berharap kejadian ini tidak terlalu lama sehingga pasien cepat dapat dikembalikan.
“Ini antisipasi asap dan polusi untuk faktor kesehatan ya,”ujarnya.
Salah seorang pasien RSUD Ade M.Djoen Sintang, baru saja melahirkan bayi perempuan bernama Azahra, buah hati Jasmin Saleh ini juga turut diungsikan.
Bayi perempuan lahir dengan bobot 2,8 Kilogram ini kondisinya sehat dan tidur lelap digendongan sang ayahnya.
“Dedek anak keempat kami,lahir dengan cara sesar kemarin tanggal 30 September. Saya panik begitu mendengar ada kejadian ini,”kata Jasmin yang merupakan warga Menyumbung Tengah.
Muhamad Saleh ayah dari si kecil itu saat kejadian pas ke Apotik yang tak jauh dari RSUD untuk mengambil obat. Dan dia mendengar gardu meledak dan langsung memberitahukan pasien lainya.
“Saya diruangan bersalin dan kebetulan ambil obat di Apotik yang gak jauh dari rumah sakit, mendengar gardu meledak dan langsung saya beri tahu yang lainya. Saya sangat panik karena api sudah dekat benar dengan BRI. Alhamdulillah api tak sampai merambat ke RSUD,” ungkapnya.
radarkalbar.com











Komentar