kalbar.siberindo.co, MEMPAWAH- Akibat tertimpa pohon, saat berteduh dari hujan dan angin kencang. Empat orang peladang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di wilayah Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kamis (1/10/2020).
Anggota DPRD Kabupaten Mempawah daerah pemilihan (dapil) Sungai Kunyit, Toho dan Sadaniang, Imam Lewi menyebutkan insiden tersebut terjadi sekira pukul 14.00 Wib ketika peladang menjalankan aktivitasnya.
“Kejadian itu, saat para peladang sedang bekerja dan kemudian berteduh. Dan tiba-tiba tersebut sekitar jam 14.00 dimana angin kencang disertai hujan. Kemudian menumbangkan pohon yang sudah kering hingga membuat 4 orang meninggal. Diantaranya 3 orang meninggal ditempat, dan 1 orang meninggal diperjalanan saat menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.
Imam Lewi mengaku terkendala oleh akses ketika melakukan evakuasi, lantaran jarak yang lumayan jauh dari tempat kejadian ke pemukiman warga.
“Ketika dilakukan evakuasi jarak lah yang menjadi penghambat, dari tempat kejadian menuju ke pemukiman sekitar 3 Kilometer (Km). Dan setelah mereka sampai di pemukiman tidak ada kendaraan yang bisa dipakai untuk akses keluar sehingga terjadi keterlambatan,”bebernya.
Terpisah, salah satu korban yang selamat sedang dirawat di RSUD Rubini Mempawah, Tiwi menceritakan kejadian yang menimpa dirinya serta 23 orang peladang lain.
“Sebelumnya saya dan yang lain berteduh di pondok, tiba-tiba pohon kayu halaban itu tumbang dan menimpa 4 orang ibu-ibu yang meninggal. Saya melompat tapi bagian pinggang saya masih terkena benturan dahan pohon,” kisahnya.
Sementara, Kapolres Mempawah AKBP Tulus Sinaga melalui Kapolsek Toho Iptu Dodi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu, untuk korban meninggal sebanyak 4 orang.
“Diketahui keempat korban bernama Alina (47), Agustina (25), Pak Melen (48), dan Krismonita (18). Untuk perkembangan selanjutnya nanti kami sampaikan,” ujarnya. (HP)
radarkalbar.com
radarkalbar.com.











Komentar