Kalbar.siberindo.co Pontianak
Anggota DPRD Kalbar, Suib mengapresiasi Kalimantan Barat menjadi salah satu acuan atau contoh penanganan pandemi Covid-19 dalam menekan penyebaran virus corona.
“Penanganan Covid-19, saya dari awal sepakat apa yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji. Termasuk dengan aturan Masuk Kalbar harus test PCR yang negatif Covid-19, dan melarang Pesawat yang membawa penumpang positif Covid-19, walaupun kebijakan tersebut Gubernur Kalbar mendapat teguran dari salah satu kementerian, Pak Gubernur juga di buli, di caci maki, tapi demi untuk melindungi masyarakat Kalbar.” Ungkap Suib, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalbar kepada mediakalbarnews.com group Siberindo.co di Pontianak kemarin, Kamis (11/2/21).
Diungkapkan lebih lanjut bahwa itu kebijakan tepat dalam menekan penyebaran Covid-19 yang masuk melalui orang-orang yang positif corona dari luar Kalbar. ” ketika Covid-19 mewabah di Kalbar dan itu diakibatkan oleh beberapa penumpang dari luar Kalbar yang terbebani adalah Kalbar yaitu Pemerintah Provinsi Kalbar yang bertanggung jawab.” Kata legislator Partai Hanura ini.
Dengan kebijakan Gubernur Kalbar yang ketat seperti itu, kemudian peran Gubernur sebagai Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Kalbar untuk terus mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota dalam melaksanakan Testing, tracing, dan treatment Covid-19, hasinya Kalbar menjadi salah contoh nasional provinsi dalam penanganan Covid-19.
“Kalbar saat ini bisa lihat, di Kalbar masih bisa terkendali Covid-19, ini tentu karena regulasi atau kebijakan dari Gubernur, hasilnya menekan sekali penyebaran Covid-19, selain memperketat keluar masuk orang ke Kalbar, juga mendorong dan mengawasi Pemkab, pemkot dan kepala Dinas untuk aktif menangani Covid-19. Pembatasan-pembatasan dilakukan untuk menjaga rakyatnya atau masyarakatnya.” Tutup Anggota DPRD Kalbar dari Dapil Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah ini.
Dari Data Satgas Covid-19 Nasional per tanggal 12 Februari 2021, Kalbar ada tambahan kasus konfirmasi Covid-19 33 orang sehingga Akumulatif menjadi 4.233, tambahan sembuh 27 orang sehingga Akumulatif menjadi 3.842 dan 32 orang meninggal dunia.
Angka Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kalbar akumulatif 4.233 terendah ke-2 Nasional setelah yang paling rendah Provinsi Maluku Utara yaitu 3.820 Kasus Konfirmasi Covid-19, sementara untuk kasus meninggal dunia Kalimantan Barat terendah se Indonesia yaitu 32 orang. (Amad)











Komentar