oleh

Subsidi Tak Lagi Terasa, Harga Gas 3 Kg di Nanga Pinoh Bikin UMKM Tersengal

Kalbar.siberindo.c0, Melawi – Harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, kembali mengalami lonjakan signifikan. Di lapangan, tabung gas melon yang biasanya dijual seharga Rp23 ribu hingga Rp25 ribu kini tembus hingga Rp38 ribu per tabung.

Kondisi ini membuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian kesulitan mendapatkan gas dengan harga wajar.

Salah satu pelaku UMKM di Nanga Pinoh, Syarif Hidayatullah, mengaku kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap usahanya. Ia mengungkapkan, harga gas subsidi yang seharusnya membantu masyarakat kecil justru memberatkan pelaku usaha.

Baca Juga  Indonesia Terpaksa Harus Mundur Dari Laga Yonex All England 2021

“Terakhir saya beli gas tiga kilo di Nanga Pinoh sudah Rp38 ribu. Padahal ini gas subsidi. Kalau di pusat kota saja semahal itu, apalagi di daerah yang jauh dari kota,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Syarif yang mengelola usaha kuliner rumahan menuturkan, kenaikan harga gas membuat biaya produksi melonjak. Akibatnya, banyak pelaku UMKM terpaksa menaikkan harga jual produk demi menutup biaya operasional.

Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memperketat pengawasan distribusi dan memastikan gas subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.

Baca Juga  Kecamatan di Sambas Kembali Terdampak Banjir

“Kami mohon pemerintah turun tangan. Gas subsidi ini sangat penting bagi keberlangsungan usaha kecil. Jangan sampai yang menikmati justru bukan masyarakat kecil,” tambahnya.

Keluhan Syarif juga telah ia sampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Komisi VII, Gulam Mohamad Sharon, saat masa reses di Nanga Pinoh pada Senin (6/10/2025). Ia berharap pemerintah pusat dapat memastikan kestabilan harga gas subsidi agar UMKM tetap bisa bertahan.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Perkenalkan Rahmat Mirzani Djausal sebagai Calon Gubernur Lampung 2024

“Saya sudah sampaikan ke Pak Sharon waktu beliau reses di Melawi. Harapan kami, ada kepastian harga gas subsidi di lapangan,” jelasnya.

Lonjakan harga gas bersubsidi ini menjadi perhatian serius masyarakat Kabupaten Melawi. Selain mengancam kelangsungan usaha kecil, mahalnya harga gas juga dikhawatirkan menambah beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penertiban distribusi, pengawasan terhadap pangkalan, dan evaluasi rantai pasok agar subsidi energi benar-benar tepat sasaran dan harga gas kembali terjangkau. (Bgs).

News Feed