oleh

Kabid Humas Polda Kalbar : Selama Unjuk Rasa Tak Ada Petugas Kepolisian Pukul Pendemo

kalbar.siberindo.co- PONTIANAK- Aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang (UU) Cipta Kerja oleh mahasiswa Kalbar berlangsung kawasan Bundaran Tugu Digulis, Kota Pontianak dikabarkan sempat diwarnai kericuhan, Rabu (28/10/2020).

Kabid Humas Polda Kalbar,Kombes Pol Donny Charles Go melalui keterangan tertulisnya mengatakan aksi mahasiswa yang tergabung dalam forum koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kalbar ini kurang lebih sebanyak 300 orang. Dan  membubarkan diri setelah bernegosiasi dengan pihak kepolisian.

“Personel Polda Kalbar bersama Polresta Pontianak Kota melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa atau penyampaian pendapat oleh teman teman BEM Kalbar,”ungkapnya seperti dilansir radarkalbar.com jaringan siberindo.co.

Donny membenarkan, aksi unjuk rasa sempat diwarnai ricuh saat menjelang malam hari.

“Sempat terjadi kericuhan saat menjelang malam, diawali dari pembakaran ban oleh pengunjuk rasa yang menganggu lalu lintas di sekitar lokasi,” tambahnya

Baca Juga  Petugas Polda Kalbar Amankan 69 Orang Pemuda Terindikasi Penyusup Saat Aksi Demo Aliansi Mahasiswa

Dijelaskan, awal mula pihak kepolisian masih memberikan toleransi kepada pengunjuk rasa yang melakukan aksinya melebihi waktu yang ditentukan. Namun terjadi dorongan saat pendemo mulai ingin menutup jalan dan melakukan pembakaran ban.

“Setelah pukul 18.00, massa mencoba untuk menutup salah satu ruas jalan dan melakukan pembakaran ban dan dengan sengaja ban tersebut didorong ke arah petugas. Disaat itulah terjadi dorongan antara petugas dan masa,” lanjutnya

Donny membeberkan sempat ada suara letupan yang berasal dari tempat berbeda di sekitar kerumunan mahasiswa pendemo sehingga menimbulkan asap tebal yang mengakibatkan formasi mahasiswa dan aparat keamanan tercerai berai.

Baca Juga  Tuntut Adanya Kepastian Hukum, Winardi Kalepi Cs Gelar Aksi Damai di PT WKN Seluas, Bengkayang

Selanjutnya petugas kepolisian memisahkan mahasiswa dan masa yang melakukan pembakaran tersebut dengan tujuan mengantisipasi adanya provokator atau penyusup.

“Ada 15 orang yang sempat kita amankan di sekitar lokasi pembakaran ban. Namun setelah dilakukan interogasi awal ternyata semuanya adalah mahasiswa. Sehingga saat itu juga dikembalikan ke korlap,” paparnya.

Kombes Pol Donny Charles Go memastikan selama pengamanan petugas kepolisian tidak ada yang melakukan pemukulan terhadap pendemo.

Ia juga menyebutkan sebelum pelaksanaan pengamanan unjuk rasa seluruh personel diberikan arahan untuk bersikap humanis bahkan personel dilarang untuk membawa senjata api.

“Beberapa jam pasca aksi unjuk rasa tersebut, terdapat 2 mahasiswa dan 1 anggota kepolisian yang saat ini mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara. Dari laporan yang saya terima, saat ini ada 2 mahasiswa yang dirawat di rumah sakit Bhayangkara karena mengidap penyakit asma dan mengalami luka lecet yang tidak diketahui penyebab lukanya,”.jelas dia.

Baca Juga  SBMI Sambas : PMI Ilegal Pekerjaan Rumah Bersama

Sedangkan untuk korban dari petugas kepolisian ada 2 orang yang salah satunya Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Suyanto.

“Dari petugas kepolisian yang menjadi korban terdapat 2 orang, yaitu personel Polresta Pontianak Kota dan Karo Ops Polda Kalbar. Namun yang saat ini dirawat hanya personel Polresta saja, sedangkan Karo Ops menjalani rawat jalan,” sebutnya

Adapun korban dari pihak kepolisian diduga terkena lemparan dalam bentuk serbuk yang mengenai mata sehingga harus mendapatkan perawatan kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : radarkalbar.com.

Komentar

News Feed