oleh

Diduga Gunakan Kayu Bekas, Mutu Pekerjaan Rehabilitasi Pasar Rawak Mengundang Tanya

FOTO : Bagian bangunan pasar Rawak yang sudah mengalami kerusakan (Ist)

kalbar.siberindo.co, SEKADAU – Mutu pekerjaan proyek pembangunan/ rehabilitasi bangunan dan MCK Pasar Rawak, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau mengundang tanya.

Pasalnya kayu tiang depan sebanyak delapan batang yang digunakan merupakan bahan bekas yang berukuran 8 x 8 centi meter (Cm).

Diketahui, bangunan dengan pagu Rp. 199.543.000 mengunakan dana Dana Isentif Daerah (DID) dari APBD Tahun 2020 dan dikerjakan oleh CV. Benedikta Makmur Sejahtera (BMS). Bukan hanya itu, bangunan pasar tersebut sepertinya ada pelanggaran terhadap aturan, karena didirikan terlalu dekat dengan daerah aliran sungai (DAS).

Baca Juga  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami' Khairiyah, Sungai Pinyuh Hadirkan Syekh Husein Jaber

Kondisi lainnya, bahkan dinding sudah retak sana-sini. Sehingga para pedagang tidak berani menempati bangunan pasar tersebut.

Lantas, bukan hanya rehabilitasi pasar Rawak ini saja. Namun, bangunan water close (WC) serta penataan halaman dengan pagu Rp.149.432.000.000. Dan direalisasi hanya ada WC, satu tong air dan penataan halaman.

“Waktu pengerjaan tersebut asal jadi, kata Uloh salah satu warga Rawak kepada media ini, Rabu (7/9/2021) di Rawak, seperti dilansir radarkalbar. com group siberindo.co.

Menurut dia, bangunan itu sampai sekarang belum ditempati, karena selain lokasi kurang cocok sebagai pasar, ruang dalam juga sempit kurang layak untuk dagang.

Baca Juga  Komisi V DPR Beri Bantuan Roda Empat Untuk Sekolah di Kalbar

Sementara,Kepala Desa Rawak Hulu, Sabli saat dikonfirmasi terkait pembangunan pasar di wilayahnya mengatakan, sampai saat ini bangunan itu belum diserahkan ke desa. Sebetulnya, jika sudah diserahkan maka bangunan itu nanti akan dikelola oleh Bumdes Rawak Hulu.

“Rencananya pasar tersebut akan diserahkan ke pihak Desa Rawak Hulu. Kemudian pengelolaan akan di koordinir oleh Bumdes,” ucapnya.

Kemudian, konsultan pengawas proyek tersebut, Johan ketika dikonfirmasi mengatakan untuk tiang depan memang dalam spek tidak diganti. Kemudian untuk mata anggaran yang buat WC dan tong air satu paket dengan penataan halaman.

Baca Juga  Tradisi Penerimaan Anggota Baru Polres Melawi

“Memang ada dua mata anggaran satu rehabilitasi pasar,sedangkan anggaran lain buat WC, tong air dan penataan halaman,” terangnya.

Ditambahkan, jika memang baru setahun, ada kerusakan atau dinding yang retak itu masih tangungjawab kontraktor.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan melalui Kepala Bidang Perdagangan Jihon,SE menjawab dengan jawabanya sama dengan apa yang dikatakan konsultan pengawas.

“Kita satu suara dengan konsultan pengawas, artinya itu yang kata mereka itu juga keinginan dinas,” kata Jihon singkat.

Sumber : radarkalbar.com

Komentar

News Feed