oleh

Soal Permintaan Bupati Landak, Harisson : Keterbatasan Kemampuan Laboratorium

kalbar.siberindo.co, POMTIANAK-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dr. H. Harisson, M. Kes akhirnya menjawab terkait permintaan Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa agar Pemprov Kalbar segera mengeluarkan hasil test swab PCR masyarakat di Negeri Intan (julukan Landak) tersebut.

Menurut Harisson keterlambatan itu semata karena keterbatasan kemampuan Laboratorium Universitas Tanjung Pura, hanya 500-700 per-hari. Jadi dengan 6 hari kerja Kapasitas Lab Untan sebanyak 3.000- 4.000.

” Ini pun kalau Laboratorium Untan tidak sedang error dalam pemeriksaan pada hari tersebut menyangkut gagal nya alat PCR mengeluarkan hasil. Makanya dalam Pergub 110/2020 diatur 200 sampel per minggu per kabupaten/ kota,” ungkap Harisson di Pontianak, Senin (5/10/2020)

Sementara, menurut Harisson sampel yang akan diperiksa untuk 13 kabupaten/ kota sebanyak 2.600 sampel per minggu, dan sisa kuota nya untuk pemeriksaan pasien-pasien di rumah sakit atau populasi tertentu yang memerlukan pemeriksaan swab.

Baca Juga  Fokus Bangun Dapil, SMSI Aceh Beri Award Kepada Zulfadli, A.Md

“Untuk Kabupaten Sintang tidak kita hitung lagi karena sudah melaksanakan pemeriksaan PCR sendiri,”ujarnya.

Tetapi dalam pelaksanaannya ada kabupaten/kota yang sangat semangat melaksanakan testing dan tracing. Mereka mengirimkan sampel dengan jumlah yang jauh lebih tinggi dari pada kuota nya.

“Dan ini kami pahami dan sangat kami hargai. Dalam pemeriksaan sampel swab di Lab Untan, tentunya kami tidak akan hanya memperioritaskan kan salah satu kabupaten/kota saja. semua terpaksa “diantrikan” berdasarkan prinsip first in first out (fifo) dan azas pemerataan,” bebernya.

Khusus untuk Landak kata Harisson, seperti dikeluhkan Bupatinya, sebenar banyak sampel swabsl nya yang sudah selesaikan. Termasuk menyelesaikan permintaan pemeriksaan khusus mendadak.

Namun tentu saja tidak semua yang dikirim harus selesai tepat waktu mengingat kapasitas Lab Untan. Dan jumlah sampel swabs yang dikirim kan oleh Kabupaten Landak melebihi ‘kuota’.

“Untuk minggu ke-3, ke- 4 bulan September dan minggu pertama bulan Oktober berturut turut sejumlah 380, 558, 530 sampel. Kalau kami hanya menyelesaikan Landak, kasihan kabupaten/ kota yang lain, untuk itu harus dibagi,” tukasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 di Kalbar, Terkonfirmasi Positif 81 Orang, Sembuh 41 Orang

Dinas Kesehatan Landak dalam mengirim sampel tidak memisahkan antara pasien suspek di rumah sakit yang harus disegerakan atau cito dengan swabs pada
populasi sehat misalnnya pada kelompok pelajar, dan masyarakat lain.

“Ini akan membuat tim Lab Untan bekerja ekstra keras dan memakan waktu lama lagi untuk memisahkan mana yang sampel pasien dan mana yang bukan,” tuturnya.

Sampai dengan tanggal 5 Oktober 2020 menurut catatan, sudah ada hasil pemeriksaan terhadap 1.915 sampel dan surat jawaban tersebut sudah diberikan kepada Dinas Kesehatan Landak.

“Dalam aplikasi SIP2 yang kami gunakan untuk pengelolaan sampel swabs, pada tanggal 2 oktober 2020 Landak mengirimkan lagi 999 sampel swab ke dinkes Prov. Mudah-mudahan kami dapat segera menyelesaikannya,” jelas dia.

Baca Juga  Muzani: Prabowo Sosok Pemimpin Jalan Tengah, Bisa Menyatukan Berbagai Kepentingan

Harisson berharap, pemerintah kabupaten/kota yang sangat serius dan semangat mengirim sampel swab dalam mengatasi pandemi Covid-19 harus juga mengimbangi dengan menyediakan alat untuk pemeriksaan PCR sendiri. Sehingga tidak terlalu tergantung dengan pemerintah provinsi.

“Kalau memang serius ingin mengatasi pandemi didaerah nya, kabupaten /kota beli lah alat PCR sendiri seperti Kabupaten Sintang. Sehingga sampel swabs bisa langsung diperiksa pada hari itu juga,” ungkapnya.

Dituturkan Pemprov juga tidak tinggal diam terhadap permasalahan ini.

Dinas Kesehatan sudah diperintahkan untuk mengaktifkan Labkesda Provinsi dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Sehingga dapat melaksanakan pemeriksaan swabs PCR.

“Kami sudah pesan 4 unit alat RT-PCR lagi. Insya Allah minggu depan sudah datang. Mudah-mudahan segera bisa beroperasi.”tutupnya. (Amad)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : media kalbar news.com.

https://mediakalbarnews.com/2020/10/05/ditagih-hasil-swab-oleh-bupati-landak-ini-jawaban-pemprov-kalbar/

Komentar

News Feed