oleh

Penjual Hiasan Imlek Omzet Merosot

Ketapang– Tahun Baru Imlek 2021  mendatang disambut berbeda karena adanya pandemi Covid-19.

Hal itu tentu berdampak pada penjualan pernak-pernik Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Para penjual hiasan Imlek mengaku, mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Bahkan, mencapai lebih dari 80 persen.

“Untuk penjualan jelang Imlek tahun ini sangat menurun drastis. Ini dampak dari pandemi. Jauh sekali omzet penjualan tahun ini sangat menurun tajam. Sampai 80 persen lebih turunnya. Ya karena saat pendemi, banyak yang dilarang ya, jadi minat masyarakat Tionghoa untuk membeli perhiasan Imlek itu jauh berkurang,” ungkap Acek Tebu kepada SuaraKalbar.id, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga  Kasus Rabies di Sanggau Turun Drastis

Pria usia 56 tahun ini sudah menekuni usaha penjualan pernak-pernik Imlek dan alat sembayang masyarakat Tionghoa sejak 2012. Ia mengatakan, jika dibanding tahun sebelumnya, angka penjualan tahun ini jauh merosot tajam.

“Karena itu, tahun ini kita tak berani menyetok banyak barang, hanya barang-barang yang kemungkinan besar dibeli saja. Karena takut tidak habis, paling banyak kita stok cuma lampion, stiker doa, sama kantong angpao. Selebihnya hanya peralatan sembayang, itu saja,” tuturnya.

Baca Juga  Satgas TMMD Ke 110 Ingatkan Warga Untuk Jaga Protkes

Sejumlah warga sedang membeli sejumlah pernak-pernik kebutuhan Imlek di Toko Sinar,

Dessy yang juga menjual pernak-pernik dan peralatan sembayang di Jalan Merdeka Ketapang mengalami hal serupa. Untuk tahun ini omzet penjualannya memang terjun jauh. Walau setiap harinya masih ada pembeli dalam jumlah kecil.

“Memang betul penjualan tahun ini jauh menurun. Tak bisa dihindari karena pandemi ini. Walaupun di toko kita setiap hari selalu ada yang belanja barang-barang kecil. Kalau tahun kemarin banyak yang datang pakai borong untuk perhiasan rumah,” katanya.

Baca Juga  Pimpin Upacara PTDH, Kapolres Melawi AKBP Syafi'i : Ini Warning Bagi Kita Semua, Saya Berharap Tidak Ada Lagi

Dessy berharap, pandemi segera berakhir. Agar, perekonomian kembali pulih. Dan, seluruh umat beragama dapat kembali merayakan perayaan keagamaan masing-masing dengan sukacita.(*/cr5)

Sumber : kalbar.suara.com

Komentar

News Feed